Lompat ke isi

Halaman:Barang rahsia dari astana Konstantinopel.pdf/47

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

40

padamoe jang akoe soeda tjoba akan mendapat tau dari iboenja Soeltan, dimana adanja tampat semboeninja poetra SALADIN, apa dia masi hidoep atau tiada, djikalau dia masi hidoep, dimana dia ada.”

Sedang pada itoe koetika poetri lagi bitjara, maka masoeklah pendjaga pintoe.

Tetapi MANSOER mara padanja dan tanja apa dia mau. Komedian orang itoe datang rapat padanja dan bisik-bisik satoe-doea perkataän jang bikin terkedjoet kapada Scheikh-ul-Ilslam. „Apa angkau kata, Toppeng Amas ada di dalam ini roema pertapaän? Siapa soeda dapat liat orang itoe?” bertanjalah MANSOER sambil bangoen berdiri.

„Pemarenta hamba-hamba (opziener) jang bernama SOLEIMAN! Dia soeda dapat liat orang itoe disini di belakang menara”.

Toean poetri berkata, dengan bangoen berdiri : „Ach! itoe orang barangkali mengimpi.”

MOHAMAD SCHEIKH djoega soeda kenal padanja dalam terang boelan”, berkata itoe pendjaga pintoe.

„Disini dalam roema pertapaän! dia brani masoek sampe ka-dalam kamar, djikalau benar ada sabagitoe lekaslah tjari padanja!” parenta Scheikh-ul-Islam, „boeroe dan tangkap sadja, sopaija ini tjarita iblis boleh dapat kasoedaännja. Djaga pada sekalian oedjoeng loeroeng (gang). Akoe sendiri djoega mau