34
„Di SKUTARI adalah tinggal satoe orangjang pande pada menjatakan koräan dan jang masi beratsal kalif toea dari toeroenan Abassid," berkata parampoean itoe, „takoetlah padanja dan toeroen-temoeroennja! Maka oleh dia djoega, tachta karadjäan nanti mendjadi laen! Oelar itoe soeda memboenoe tjitjak jang ilang goemilang roepanja, maka baiklah lekas boenoe padanja lebi doeloe dari dia mendapati maksoednja.”
„Demikianlah parampoean kafir itoe soeda berkata!”
„Dengarlah lagi lebi djau! Akoe lantas tjari satoe orang di Skutari jang pande menjatakan koräan, dan tiada dapet laen orang melainkan ALMANSOER jang pande sendiri, dan persangkaänkoe dapet ditetapkan, jang dia itoe ada beratsal kalif dari toeroenan Abassid.”
Maka Scheikh-ul-Islam dengan temannja berdiamlah sadja.
„Tetapi prihal jang terlebi besar adanja, ia itoe lah jang ini ALMANSOER, sabagimana angkau tau, soeda piara poetra SALADIN diam-diam dan disemboenikan sampe djadi besar, maka barangkali dia tau dimana itoe poetra SALADIN ada tersemboeni”, berkata wazir besar itoe dengan soeara jang bersoesa hati; „inilah perkara soeda berboeat akoe djadi lebi pertjaija kapada perkataännja parampoean kafir itoe!"