30
katinggalan. Di hadapan pintoe menara itoe adalah djongkok satoe orang DERVIS.
Maka itoe orang Toerki jang berbangsa menanja kapada orang itoe :
„Apatah MANSOER EFFENDI ada didalam roema tapaän?” „MOESTAFA PACHA jang boediman dan besar, wazir jang koeasa dari Maha Baginda Soeltan! djalanlah toean ka kamar tampat bitjara maka disana toean nanti dapat pada Baba MANSOER jang toean tjari, didalam perhimpoenan HAMID KADHI jang adil.”
„Apa poetri ROCHANA ini malam soeda datang kamari?”
„Bagitoe lama akoe ada doedoek di hadapan pintoe manara ini, poetri belon kaliatan datang,” menjaoet orang DERVIS jang moeda itoe.
Wazir MOESTAFA PACHA masoek kadalam manara itoe jang terdiri dari pada batoe-batoe jang keras. Di dalam kamarnja ada tergantoeng palita amas, apinja kelap-kelip tetapi manara ini belon roeboe, sebab boeatannja adalah koeat sekali. Maka dia poen berdjalanlah lebi djau sehingga bertemoe satoe pintoe besi, jang mana terboeka seperti dengan satoe alamat rahasia boeat dia, dan dia poen masoek kadalam satoe kamar besar lagi boendar, maka sapandjang temboknja ada teratoer bangkoe-bangkoe divan jang lebar; oebin-oebinnja ada tertoetoep dengan permadani beserta doea palita jang tergantoeng pada