310
Baiklah !" menjaoet REZIA, „ akoe ikoet padamoe. "
"" Doedoek di bawa, sopaija akoe toetoep matamoe dengan sapoetangan , sebab djikalau tiada apa jang angkau dapat liat tantoe angkau misti djadi terkedjoet. "
Akoe brani liat segala roepa, maskipoen apa djoega. "
„ Angkau nanti meliat, tetapi sampe pada tampat dimana akoe mau bawa padamoe , disana akoe nanti boeka ini toetoepan mata ."
Demikianlah sebab REZIA ingin keras akan meliat pada SADI, maka dia toeroet sadja apa jang itoe orang Griek adjar.
Saldan LAZZARO toentoen nona REZIA kadalam kreta dan bawa ka astana poetri ROCHANA, dimana orang ada merajakan satoe kahormatan kapada SADI, jang mau pergi perang ka tana orang Badoei.
Maka SADI dan ZORA BEY misti laloe itoe malam djoega dari kotta Konstantinopel, akan pergi berlajar dengan satoe kapal perang bersama sama satoe bala tantara serta mariam ka negri Arab jang djau dimana Bedr ada doedoek , dan maksoednja perd, alanan itoe adanja dekat pada pasisir laoet Kolsoem (laoet mera) antara Medina dan Mekka ; lebi doeloe dia - orang misti sampe di Damita pada pasisir negri Mitzir, komedian dari sana dia orang misti djalan di Suez teroes laoet pasir di Et Teh liwat Akaba ka Medina.