Lompat ke isi

Halaman:Barang rahsia dari astana Konstantinopel.pdf/327

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

308

„ Akoe mau bawa angkau kapada lakimoe SADI."

„Angkau doesta! angkau tiada ada poenja hati jang bagitoe baik."

„ Mengapa.tiada ? Akoe brani soempa jang angkau nanti meliat SADI kombali, akoe hendak persombahkan itoe kaoentoengan kapadamoe."

„Apa sabenarnja angkau menanja nona REZIA jang mau berboeat itoe ?" menanja nona REZIA jang masi koerang pertjaija.

„ Angkau poenja pengharapan soeda gerakkan hatikoe dan angkau poenja tjinta kapada SADI soeda tarik dirimoe dari padakoe ! maka akoe mau mengobati angkau dari pada ini tjinta."

„Apa artinja perkata-kataänmoe ?"

„Angkau sendiri nanti liat samoea ."

„ Djikalau sasoenggoenja angkau ada poenja hati bersatiawan, hantarkanlah akoe kapada SADI, maka saoemoer hidoep akoe nanti membalas soekoer kapadamoe ; tetapi sabenarnja akoe tiada pertjaija jang angkau nanti kardjakan sabagimana angkau berkata sekarang.”

Djangan pertjaija itoe ; akoe poenja hati harap sopaija angkau boleh djadi akoe poenja istri. Akoe mau seboet jang angkau ada akoe poenja djantoeng hati. Akoe tau jang angkau ada tjinta dengan satia kapada SADI ; tetapi bagimana boleh djadi jang angkau bisa tjiuta sa-orang lalaki jang tiada perdoeli