Lompat ke isi

Halaman:Barang rahsia dari astana Konstantinopel.pdf/300

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

281 >>Akoe tiada perdoeli! tiada satoe apa jang boleh tahan padakoe!" berkata SADI dengan mara; » akoe poenja perkataän dan kita poenja tjinta soeda ada sampe boeat ambil poelang REZI'A ' .

„ Dengan perkata-kataän jang manis ZORA boedjoek pada SADI: „ Angkau poenja bitjara tiada bergoena, melainken soerat nikah sadja ada poenja kakoeatan boeat ambil REZIA" .

"9 Berkatalah ZORA- BEY poela kapada SADI dengan kasian dan messam : „ Orang jang tiada ingaten! apatah angkau ingat? angkau dan REZIA poenja bitjara tiada nanti toeloeng satoe apa, melainken itoe soerat nikah sadja jang ada bergoena".

„Apa mau djadi biarlah djadi, akoe misti berboeat dengan perkossa akan sampekan niatkoe; " menjatakan SADI dengan amat braninja.

„ Sopaija djangan angkau berboeat jang terlaloe sangat, maka baiklah kita orang menghantarkan kapadamoe" ; berkata HASSAN kapada SADI jang lagi mara; "1 boeat melepaskan REZIA dengan perkossa, nanti mengardjakan kapalamoe poetoes dari batang leher! Kita orang tjari tau doeloe di Dolmabag, apa betoel ALMANSOR poenja anak parampoean ada diantara parampocan-parampoean jang nanti di pili pada raja Bairan; djikalau ada betoel sabagitoe, maka kita boleh tjoba