Lompat ke isi

Halaman:Barang rahsia dari astana Konstantinopel.pdf/299

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

280 peroengtoengan, djangan tampik. Kita orang mau mati sama-sama dengan angkau".

>Lebi doeloe dari pada kita berangkat ka Dolmabag, ada lagi satoe pertanjaän " ; berkata ZORA kapada SADI; » angkau mau minta kombali ALMANSOR poenja anak parampoean, tetapi dengan hakh apa?"

„ Dengan hakh katjintaän jang soetji! "menjaoet SADI dengan pengasehan jang tinggi; „REZIA akoe poenja".

>> Angkau seboet parampoean itoe istrimoe, maka akan melindoengkan padanja angkau soeda pindakan dalam roemamoe dan dengan penoe katjintaän REZIA soeda toeroet padamoe"; bitjara ZORA teroes; „tetapi Imam belon serahken kapadamoe soerat nikah jang bertanda tangan oleh saksi- saksi".

,,Angkau tiada tau satoe apa sobat! itoe soerat nikah soeda terkarang oleh Imam toea dari Skutari; ' menjaoet SADI.

„ Djikalau bagitoe roepa adanja, angkau ada poenja hakh akan minta kombali istrimoe, tetapi mana soerat itoe?"

>> Demikianlah SADI djadi poetjat moekanja dan dengan soeara jang sedi dia berkata: „Adoeh , itoe soerat soeda angoes!"

,,Soesa sekali djikalau demikian adanja".