Lompat ke isi

Halaman:Barang rahsia dari astana Konstantinopel.pdf/278

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

259

kala akoe masi ketjil dia soeka kerdjakan akoe permaenan kapal-kapal ketjil dari koelit poehoen. Akoe takoet djangan SADI djoega tiada balik kombali”.

„Angkau poenja perkata-katäan mendjadikan akoe sakit, SALADIN!"

„Apa angkau mara padakoe, REZIA?"

„Tiada, tetapi djanganlah angkau berkata bagitoe lagi".

„Adoeh! akoe rasa mau menangis dan bersoesa hati dengan angkau! Samalam akoe mimpi barang jang tiada enak”.

„Akoe berasa menengar jang angkau bertariak minta toeloeng."

„Akoe djalan-djalan dengan angkau sampe di loear pintoe dan kita orang datang pada satoe bendang (tampat koeboer-koeboer)", tjarita poetra ketjil itoe; ,,disana angkau toendjoek padakoe koeboerannja baba ALMANSOR dan djoega koeboerannja ABDULLAH, jang ada terboeka, tetapi kita orang liat didalamnja soeda kossong. Pada itoe sabantaran adalah kita orang seperti soeda berlaloe dari tampat itoe dan ada pada kaki satoe goenoeng pasir jang miring jang mana kita orang mau pandjat. Diatas itoe adalah toemboe poehoen poehoen kembang jang bajang-bajangnja menedoekan kita orang, dan atas poentjak sekali ada