253
FENDI dengan HAMID KHADI saban hari memboeka bitjara; tetapi doea-doea tiada meliat kasalamatan sekalian manoesia, tiada membitjarakan hal agama melainkan melakoekan dia orang poenja kaharoesan sendiri."
„Tinggal dekat padanja, soedara OMAR!" berkata orang jang ka toedjoe itoe, ,,koempoel dia poenja persalahan dan bawa datang pada kita, apabila takarannja soeda sampe penoe."
,,Bitjaralah soedara BAHIAR! apa angkau mau kasi tau kapada soedara-soedaramoe?"
"Akoe djaga," berkata BAHIAR, „didalam kraton Soeltan akan meliat tingka lakoenja MANSOER EFFENDI, tetapi kwasanja tiada bisa melawan kapada kwasa iboenja Soeltan; karna apa jang permeisoeri bitjara samoea di toeroeti oleh Soeltan."
„Tinggallah djoega dalam astana di Beglerbeg, soedara BAHIAR!" berkata orang jang katoedjoe itoe.
,,Apa angkau tau dari pada hal nona REZIA dan poetra SALADIN, Soedara MOETTALEB?"
„Akoe djaga," berkata MOETALEB, „pemboeroe poetra dan nona REZIA jang soeda koeroeng doea-doea orang itoe didalam astana kamatian".
„Angkau soedara BANOE-AMER?”
„Akoe djaga! akoe dengan teman-temankoe soeda angkat TSCHERNA SYRRA dari dalam koeboer dan soeda obati dia sampe djadi baik, karna anak ini