18
Di dalam sombar atau bajangan satoe dari tiang-tiang itoe SADI dapat liat roepa satoe parampoean moeda orang Toerki. Lebi lama dia liat, lebi kaliatan njata jang itoe parampoean, barangkali baroe abis sombahjang dari dalam misdjit, ada berdiri dengan gemetar, roepanja dia mau lari hanja tiada bisa, tiada poenja kakoeatan akan bertariak minta toeloeng, tetapi dengan sasoenggoenja parampoean itoe ada terantjam oleh sa-orang lelaki jang mana SADI tiada dapat liat melainkan dengar soearanja sadja.
Kapala nona itoe ada terkoedoeng dengan satoe kaen koedoengan poeti jang mana soeda djato atau di tjaboet dari moekanja, jang poetjat lagi eilok parasnja, karna moeka nona itoe kaliatan njata oleh SADI, jang terkedjoet serta merasa kasian pada pengliatannja. Matanja jang terboeka besar seperti satoe boeroeng dara jang di langar oleh satoe oelar ada penoe dengan besar katakoetan, jang tiada dapat terbilang, bidji matanja ada bersinar biroe dan boeloe matanja jang pandjang terpoekoel pada koelit moekanja jang aloes dan djerneh maka kaliatan terlaloe amat eilok. Ramboetnja jang itam terkepang dan terhias dengan moetiara ada tergantoeng kabawa pada kadoea bela moekanja di bawa satoe koedoengan. Moeloetnja jang ketjil, saparo terboeka bersadia akan tariak minta toeloeng dan ada poenja bibir jang mera dengan bagoes potongannja, di-