233
tjemboeroean
hati
meliat
satoe
kapidschi
baschi
berdjalan di dalam malam dengan pendjaga kamar. nja poetra MOERAD, maka penjoeloe penjoeloe itoe lekas kasi tau kapada Soeltan parampotan, itoelah iboenja Soeltan . Koetika diaorang sampe pada astana Soeltan , maka berkatalah HESCHAM kapada toeannja: ,, Djangan toeankoe masoek lebi djau, sebab orang nanti kenal kapada toean." Maka MOERAD soeroe HESCHAM masoek sendiri
dan tjari pada ZORA- BEY, dimana pada sabantaran ZOLA- BEY SOeda menghadap di moeka poetra MOERAD jang sambil memegang kapala pedangnja ; menanja : Apa angkau jang bernama ZORA - BRY ? „ Ja toean, tetapi dengan siapa akoe ada poenja kahormatan
bitjara ?"
menanja
ZORA- BEY dengan
beiran meliat tingka lakoe dan gagahınja kapidschi baschi.
Apa angkau soeda pindakan poetra SALADIN dari dalam tampat tidoernja, di roemanja CORRASSANDI ? " menanja poetra MOERAD. Bagitoelah ZORA djadi poetjat dan moendoer ka belakang sebab dia kenal poetra MOERAD itoe. „ Akoe harap dapat penjautan , kalau tiada dan ini pedangkoe nanti masoek dalam hatimoe ; " berkata MOERAD jang moekanja djadi mera sebab mara. „ Apa angkau jang soeda pindakan poetra SALADIN ?