Lompat ke isi

Halaman:Barang rahsia dari astana Konstantinopel.pdf/227

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

212

Hanterlah dia, orang jang melindoengkan dengan amat brani dan penoeloeng atas djalanankoe , hantar dia djoega sekarang kapadakoe, sopaija dia melepaskan dan bebaskan akoe dari pada tangan-tangan satroekoe. Maka Allah jang membri terang kaladam pendjarakoe, bintang jang menjala, jang berdjandji banjak perkara, jang manis roepanja, dengarlah akoe poenja sombahjang, terangkan SADI koe poenja djalan, hantar dia kamari ! Perkata-kataän LAZZARO jang bitjara djahat dari pada orang bangsawan , tjintaänkoe jang kekasih, tiada mendapat djalan kadalam diwakoe. Akoe tau bagimana roepa SADI tjinta padakoe. Dia tiada tau dimana akoe ada dan bagimana roepa akoe soeda djato didalam tangan-tangan satroekoe. Adoeh! djikalau tangisankoe sampe pada koepingnja, maka dia dengan kabraniannja nanti datang padakoe akan mengambil akoe bawa poelang ka dalam roemanja? Soenggoe menjasal atas menjasal. Roemah ajahnja soeda djadi makanannja api , oleh karna itoe maka kita orang djadi terpisa! Allah jang besar, dengarlah akoe poenja permintaän, hantar dia sampe padakoe brilah akoe liat dia kombali, tjintaänkoe jang kekasih, maka segala doeka tjita berentilah dan segala sansara soeda di djalani".
„REZIA ! dimana kita orang ada? Akoe takoet, disini ada gelap!” berkata anak itoe kapada REZIA.
„Sabar anakkoe, akoe ada padamoe! keringkan