Lompat ke isi

Halaman:Barang rahsia dari astana Konstantinopel.pdf/21

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

14

„Ikoetkanlah orang itoe maka akoe oepahkan pada sariboe ringgit”.

Menjaoetlah koetsir itoe:„Maskipoen orang maoe oepahkan padakoe sapoeloe kali bagitoe banjaknja maka akoe tiada akan berboeat itoe.”

„Akoe ini poetri ROCHANA jang parenta kapadamoe, apatah angkau tiada mau?”

Menjaoetlah koetsir poela: „Parenta toean poetri jang demikian akoe poen tarima, tetapi apa toean poetri soeka ikoetkan „Toppeng Amas” itoe jang membawa dalam tjilaka besar dan lagi pertjoema-tjoema? Liatlah sekarang dia soeda ilang!”

Oleh karna koetsir soeda berkata-kata dengan sabenarnja jang itoe hal mengadap tjara seitan tiada kaliatan lagi, maka SADI poenja mata mengintip roema-roema jang ada sapandjang djalanan besar akan meliat kapada „Toppeng Amas.”

Demikianlah dengan mara toean poetri naek doedoek didalam kretta dan bersalaman pada SADI sambil membri isjarat dengan tangannja.