berboeat misti di timbang lebi doeloe oleh Scheikul -Islam dan apa jang Schei-ul- Islam toelis tiada oesa
di kasi pariksa kapada Soeltan karana Soetan poenja
tanda tangan tiada perloe pada firmannja Scheikul Islam itoe adanja; maka ini hadat menoendjoek katerangan jang Scheik- ul- Islam ada lebi kwasa dari
Sveltan.
Adapoen pada koetika poetri masoek kadalam kamar itoe, Scheik-ul- Islam membri salam alaikoem dengan segala hormat, pada jang mana poetri ROCHANA menjaut:"akoe amat soeka hati bertemoe angkau disini , MANSOER EFFENDI, oeroesan moe apatah kasoedahannja?”
„Tiada satoe apa, poetri jang berkwasa! angkau toeroet bersatia pada kita orang tetapi Baginda Soeltan roepanja ada laen menjaut Scheik- ul-Islam. di hadapan kita orang;"
„ Angkau ingat salah kaloe bagitoe, MANSOER jang pande. Baginda Soeltan radja agama Islam! bagimana akoe poenja pikiran , toeroet segala barang apa jang angkau adjar, dengar kapada angkau poenja hikmat dan dengar kepada angkau poenja bilang-bilangan atas hal oendang oendang."
„Apa angkau mau menjatakan kwasanja Soeltan
poenja iboe?"
Scheik ul Islam manggoet kapalanja.
" Itoe akoe tau;" berkata poetri,
tang disini boeat tetapi akoe dajoba butjara dengan Soeltan, dan
Halaman:Barang rahsia dari astana Konstantinopel.pdf/203
Tampilan
Halaman ini tervalidasi
188