187
berenti di hadapan astana itoe dan djaga- djaga jang
disitoe mengangkat bedilnja akan membrikan hormat ,
karna di liatnja kretta karadjaän , jang mana hambahamba kretta memboeka pintoenja dan poetri RoCHANA toeroen dari dalamnja itoe dengan tiada mengindahken pada hamba hamba itoe jang menjembah
atas tana.
Sahdan poetri ROCHANA ada berpake satoe pakean
dari soetra itam dan biloedroe jang berharga mahal
jang di pesan dari kotta Parijs akan dipake boeat
pergi meliat pamannja bagimana adanja.
Maka dari pada kadatangan ini, satoe penglima perang (djendral) menghantar poetri ROCHANA sampe
kadalam satoe kamar dimana dia poen bernanti Soeltan poenja datang, dalam jang mana soeda ada satoe
orang jang tiada mendjadikan terkedjoet atau mendjadikan tiada enak hati kapada poetri. Tetapi didalam kamar itoe jang poetri ROCHANA masoek, adalah doedoek sendirinja Scheik ul Islam, bernama MANSOER EFFENDI jang berpake badjoe rok dan tjelana
itam tjara Europa.
Dia ini adalah kapala dari agama Islam, jang kwasanja, djikalau di pandang soengoe soengoe ada lebi dari kwasanja Soeltan, tetapi banjak orang tiada dapat tau, karna djikalau Soeltan kaloearkan firman jang amat perloe, Scheik-ul-Islam salamanja misti bertanda langan di bawanja, satce tanda, apa jang Soeltan