Lompat ke isi

Halaman:Barang rahsia dari astana Konstantinopel.pdf/19

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

12

Komedian lagi poetri tanja kapada SADIjang boeka satoe tikar di atas tangga kajoe itoe: „Apatah soeda djadi disana? siapa jang berkalai?”

SADI menjaoet: „orang Frank dengan orang Arab dan orang Islam dari SKUTARI, jang ada dalam itoe roema makan dapat roesoe satoe sama laen, marika itoe tjaboet piso dan golok, djadi berkalai sampe mandi dara sahingga kawassen (soldadoe poelicie) tiada brani datang dekat.”

Maka bebarapa hamba-hamba kapal (matros) orang Toerki jang djadi mara soeda bertariak: „Pergi perseitan dengan orang Kristen, boenoe mati pada marika itoe!” Dia orang samoea berdjalan dengan menoebroek satoe sama laen sahingga djadi satoe desakkan antara orang-orang jang berkalai itoe.

Dengan sakoenjoeng koenjoeng SADI menaro doea tangannja di dada dan menjeboet perkata-kataän dari dalam Koraän seperti bersombajang.

Toean poetri itoe jang meliat tingkanja SADI, bertanjalah padanja: „Apatah angkau ini berboeat?”

SADI menjaoet: „Liatlah disana, toean poetri, Toppeng Amas datang!”

Sahdan SADI toendjoekan toean poetri satoe orang jang datang dekat berpake satoe kaftan tersowek, jang melajang sana kamari; moekanja orang asing itoe ada saparo tertoetoep dan sabela moekanja ada penoe dengan dara; satoe bagian dari kapalanja ada