170
membawa soerat,
maka itoe soerat di bri tau jang
dia haroes dapat hoekoeman mati sebab berboeat chianat ; tetapi di ganti oleh HALIL BEY akan mendjalankan
hoekoeman itoe,
dan
MOESTAPHA dapat
lepas dari pangkatnja dan di boeang saoemoer hidoepnja di poelo Rhodes ; maka HALIL di serahkan kapada tangan sorenja lepas
algodjo
akan di boenoe pada esok
mata hari toeroen ; maka tatkala dia
dapat dengar, badannja djadi
amat lemas dan in-
gatannja poen terlamboeran .
Maka orang besar poenja oemoer sampe pada wazir, adalah tergantoeng dalam tangannja Soeltan Toerki, tetapi barang siapa jang tiada mau di boenoe oleh algodjo, kapadanja dikirim tali mera boeat gantoeng dirinja sendiri karna doeloe kala di negri Toerki , ini daja-oepaja disoekai oleh
orang jang dapat hoe-
koeman mati ; melainkan orang jang Soeltan tiada kwasa soeroe hoekoem mati ia itoe Scheikh- ul- Islam jang berpangkat
kapala dari käaba agama Islam , dia ini ada sama seperti Soeltan , maka adalah djoega
kapala dari kaäba jang Soeltan toendoek kapadanja. Bahoewa Scheikh -ul- Islam ada poenja kwasa besar jang meliwati segala pangkat radja, dan diloear idjinnja, tiada boleh kaloear satoe firman negri, sebab anak- anak negri mau begitoe dan satoe firman jang tiada bertanda tangan oleh Scheik-ul -Islam tiada di pertjaija oleh anak negri.