161
ngan soeara jang njaring; „apa angkau belon dapat liat satoe apa?”
„Tiada satoe apa jang boleh diliat atau di dengar."
„Tetapi SADI Soeda misti pasang pestolnja, sabagimana kita orang soeda dapat dengar.”
„Barangkali dia ada lebi tau djaga diri baik-baik dan lebi mengarti dari kita orang. Kalau boekan SADI jang boenikan pestol tiga kali, maka dia soeda tiada dapat dengar itoe soeara orang tembak tiga kali;” menjaut ZORA; „akoe takoet jang kita orang soeda kena di tipoe oleh itoe socara pestol tiga kali.”
„Bagimana boleh mendjadi itoe?”
„HALIL-BEY boleh kardjakan segala roepa;” berkata ZORA, „segala akal ada padanja; sa orang penjemoe misti djaga diri baik-baik dan tjerdik, djikalau dia mau semboenikan perboeatannja pada malam.”
„Apa angkau kira jang dia soeda kasi itoe tanda? Akoe djalan koeliling lagi satoe kali sapandjang pinggir soengei;” berkata HASSAN sambil berlompat bangoen dari tampat doedoeknja; „ini penjindiran dari HALIL-BEY akoe tiada sanggoep menahan."
„Sabar temankoe!” ZORA-BEY ingati kapada HASSAN baschi jang masi moeda dan dara panas; „akoe bernanti banjak perkara jang baik dari SADI; akoe man bersahati dengan angkau karna barangkali lebi baik kita orang berdjalan koelilingi Therapia kombali, sopaija djangan HALIL-BEY sampe lebi doeloe
Barang Rehasia.
11.