Lompat ke isi

Halaman:Barang rahsia dari astana Konstantinopel.pdf/169

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

158

besar maka dia masi bisa tertawa dan berkata pada moesoenja jang didalam prau:
„Berenti! Serahkan dirimoe dan angkau misti pergi di astana Soeltan.”
„Anak angin! brani amat bitjara bagitoe roepa!”
„Balik kaloe angkau saijang djiwamoe!" bagini berkatalah SADI kapada HALIL-BEY? „djangan madjoe lebi djan; apa tiada liat akoe soeda soesoel, mau menjerah atau tiada!”
Komedian HALIL-BET tarik pestolnja dari dia poenja pinggang dan toedjoe pada SADI. Tetapi SADI jang soeda dekat amat pada HALIL-BEY poenja prau koetika doea-doea prau itoe soeda kapinggir soengei, dengar sceara pestol berboeni dan berasa pellornja melanggar ramboet kapalanja; demikian SADI poen djoega lantas ambil pestolnja sambil pegang penggajoe dengan tangan kiri dan ingat mau tembak dengan tangan kanan, jang sedang dia lagi toedjoe, HALIL-BEY poenja djoeroe dajoeng poekoel dengan penggajoe padanja, tetapi SADI sa-orang tjerdik, dia gerakki badannja dan penggajoe itoe kena pada pinggir prau; satelab HALIL-BEY dapat liat jang SADI masi ada berdiri, dia tembak lagi sekali jang mana pellornja itoe melanggar oedjoeng poendakuja. Maka SADI jang termasboer pande menembak, oleh terkedjoet jang oedjoeng poendakoja terlanggar pellor, soeda berlompat sambil lepaskan djoega anak pestolnja jang