Lompat ke isi

Halaman:Barang rahsia dari astana Konstantinopel.pdf/165

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

154

dia parenta djoeroe dajoenguja akan tinggal di tenga-tenga soengei sadja sopaija boleh dapat meliat kiri dan kanan pada moesoenja itoe, karna dia poen sangka jang SADI ada sa-orang moeda, gampang boleh di boeat akal padanja, tetapi tiada tau Sadi itoe ada sa-orang jang brani gagah perkassa dan berilmoe, tiada gampang boleh dapat di perdajakan.
Koetika kira-kira tenga malam HALIL-BEY soeda meliwati satenga dari perdjalanannja, tiada bertemoe satoe barang apa, karna pada soengei itoe soeda amat soenji dan tiada satoe prau ada kaliatan lagi, melainkan boesa ombak jang berkilat-kilat seperti koenang-koenang, maka itoedia parenta djoeroe dajoenguja menoedjoe satoe tampat jang tersemboeni di bawa poehoen-poelioen ketjil, dimana dia boleh melakoekan itoe akal oleh boeuikan pestolnja tiga kali.
Sedang ZORA BEY berdjalan dengan koedauja jang amat kentjang, maka kadengaranlah olehnja pestol berboeni tiga kali, sahingga dia berkata dalam sendirinja. „Ai! soeroean itoe soeda kena tertangkap, mengapatah akoe tiada beroentoeng akan tangkap padanja, sajjanglah soenggoe! Tiada mengapa biarkah HASSAN atau SADI jang menangkap asal titah radja soeda di kaboelkan;” demikianlah dia lantas balik dengan koedanja menoedjoe astana Soeitan akan bertemue pada teman-temannja.
Maka HASSAN poen dengar demikian djoega dan