Lompat ke isi

Halaman:Barang rahsia dari astana Konstantinopel.pdf/156

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

145

dan akoe pegat pada djalanan sebrang soengei Dol-mabagd.
„Baik bagitoe”, berkata HASSAN, „dia tiada bisa lolos.”
SADI menjaut: „HALIL tiada nanti djalan dengan prau ka Therephia, itoe akoe brani taro soempa; tetapi akoe nanti djalan djoega: „Selamat tinggal sampe bertemoe kombali, teman-teman! tetapi dimana kita nanti bertemoe satoe sama laen djikalau kita sala satoe dapat tangkap HALIL itoe? dengan apa kita misti kasi tanda?” ZORA-BEY berkata: „Siapa jang dapat pegang HALIL itoe dengan soeratnja, dia misti boenjikan pestolnja tiga kali, maka doea teman jang laen nanti dapat tau maka samoea misti lekas datang berkoempoel pada pingir soengei Begterbeg, dimana tangkapan itoe misti di seraliken kapada Soeltan poenja astana.
Maka tiga teman itoe lantas berangkat, jang doea naik koeda dan SADI naik gondel (prau tambangan).
Komedian SADI berkata dalam dirinja: „Akoe ingin mendapat tau apa ada tertoelis dalam itoe soerat rahsia”


Barang Rehasia.

10.