144
dakoe! Sekarang biarlah angkau pergi djalan boeroe-boeroe!”
Komedian itoe ZORA-BET sembah soedjoet dan keloear dari kamar Soeltan. Tetapi Soeltan panggil kombali padanja dan berkata: „Akoe mau poelang ka astanakoe di Beglerbeb, maka apa kabarnja biar angkau bawa kasana, bersama-sama orang jang tertangkap membawa soerat itoe”.
Demikianlah ZORA-BEY toeroen ka kamar djaga akan bertemoe doea temannja dan kasi bertau kapada dia-orang, katanja:
„Akoe ada bawa pekerdjaän boeat kita bertiga; kita misti pegat HALIL-BEY dan tangkap padanja.”
„HALIL, pattinja MOESTAPHA PACHA! apa ada djadi?” menanja HASSAN.
Tetapi ZORA-BEY angkat poendaknja.
„Kita misti tangkap dia itoe, dan barangkali dia ada bawa soerat, dengan lekas kita misti hantarkan soerat itoe ka astana Soeltan di Beglerbeg”.
„Dimana kita misti pegat orang itoe?” menanja SADI jang matanja pada sabautar itoe djadi menjala kombali.
„Di Therepia, ja itoe di astananja poetra-poetra.”
Maka ZORA BEY atoer bagini:
„HASSAN pegat pada djalanan dari Skutari; SADI misti djaga pada djalanan dengan prau dalam soengei