131
dengan menoesia dan tariakan itoe saminkin rame, tantara poen kaloear dengan bawa kampak, pekakas pompa dan laen-laen; demikian lagi Toelam Badschi (orang pompa) pergi pada tampat angoes itoe; soenggoe api itoe kaliatan menjala besar, tetapi lekaslah abis karna kabanjakan roema toea dari kajoe sisa dari doeloe kala.
Koetika itoe penjasakan manoesia di djalan besar berenti dan api soeda di padamkan oleh tantara, maka adalah kadengaran satoe soeara anak parampoean ketjil bertariak minta toeloeng, maka dalam sabantaran sadja soeda kaloear bagitoe banjak manoesia akan mengepoeng itoe tempat seperti pagar, sahingga tiada sa-orang boleh kaloear atau masoek. Diantara banjak manoesia itoe kiranja ada djadi sawatoe barang apa, jang mana di oesir terlamboeran koeliling seperti angin terbang sana sini; dan banjak orang jang moendoer kena langgar orang jang ada di belakangnja sampe djato bangoen.
Tetapi satoe lalaki dengan badjoe biloedroe mera toea dan satoe songko Stamboel toetoep kapala, ada oejang satoe piso jang berkilap kilap, mengantjami mau tikam pada siapa jang brani datang dekat padanja, karna satoe nona bertariak minta toeloeng ada bagitoe ilang pengharapan, mengantjam dan mara sahingga orang tiada bisa mengarti apa ada djadi, melainkan orang sangka sadja jang satoe param-