Demikianlah soenggoe bahoewa LAZZARO tiada tjarita djoesta jang SADI ada poenja tjinta pada satoe parampoean jang mengikat dia dengan kaeilokkannja.
Komedian itoe orang Griek datang dekat pada tembok dan padamkan api dilanteranja lantas boeka kaen tingkap (djandela) dari mana soeara-soeara itoe, maski masi sajoep-sajoep, tetapi soeda lebi njata kadengarannja dari roema sabela dan satoe sinar palita ketjil masoek kadalam kamar itoe.
Demikian poen djoega ROCHANA datang dekat pada itoe tembok dan meliat ada lobang ketjil, dari mana orang boleh mengintip kadalam sabela roema itoe, tetapi ini samoea soeda di kardjakan oleh orang Griek itoe, sedang pada waktoe SADI dan REZIA tiada didalam kamar, dia pahat tembok itoe dari sabela roema sopaija djadi lobang ketjil karna tembok itoe djadi satoe dengan roema jang kossong itoe.
Maka poetri ROCHANA taro kapalanja pada itoe lobang dan mengintip kadalam kamar parampoean di roema SADI, di mana dia boleh dapat liat segala sasawatoe, sebab pada lotteng di kamar itoe ada tergantoeng palita jang terang, tetapi dia tiada kira jang pemandangan itoe kardjakan padanja djadi lemas sahingga dia tinggal berdiri diam seperti satoe poehoen jang tertanam ditana, maka hatinja tiada terpoekoel lagi dan napasnja poen berenti.
Sahdan didalam itoe kamar parampoean adalah
Halaman:Barang rahsia dari astana Konstantinopel.pdf/136
Tampilan
Halaman ini tervalidasi
125