Lompat ke isi

Halaman:Barang rahsia dari astana Konstantinopel.pdf/132

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

121

gi dan panggil dajang-dajangnja orang parampoean sahingga satoe dari padanja itoe memasang palita dan lilin karna soeda gelap dan jang laen pergi ambil pakean jang poetri biasa pake djikalau dia mau menjaroe; tetapi boeat parampoean-parampoean Toerki tiada soesa menjaroe karna marika itoe berpake kaen koedoengan menoetoep sekalian mocka. Satoe badjoe besar jang toetoep sekalian badan, kerdjakan orang tiada kenal, dan dia boleh pergi dimana soeka. Maka dajang-dajang itoe bawa datang pada toean poetri satoe koedoengan jang laen, maka dengan koedoengan itoe poetri toetoep sendiri moekanja dan sekalian kapalanja. Belon perna ada sa-orang jang meliat poetri dengan tiada berpake kaen koedoengan moeka! Belon perna ada sa-orang boleh berkata soeda meliat poetri poenja moeka.
Dia poenja sahaja sahaja parampoean jang paling dipertjaija jang misti berpakekan pakean padanja, tiada dapat idjin akan meliat moekanja poetri telandjang! Segala pakardjaän dia soeroe sahaja sahajanja kardjakan, tetapi boeka dan toetoep koedoengan moeka dia kardjakan sendiri sadja. Badjoe besar warnanja itam, seperti satoe kaftan roepanja, sahaja parampoean bernama ESMA jang boleh taro diatas poendak toean poetri dan kantjingkan.
Maka dari sitoelah toean poetri berdjalan keloear dari astana, dan pada tangga lebar jang toeroen