Lompat ke isi

Halaman:Barang rahsia dari astana Konstantinopel.pdf/131

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

120

„Ja, toean poetri, apa jang hambamoe berkata samoea soenggoe adanja.“
„Tantoe angkau kenal roemanja SADI dimana dia piara REZIA dan anak ketjil itoe.“
„Hambamoe tau, toean poetri, itoe roema ada dalam loeroeng Merdjan; sasa- orang nanti bisa toendjoek pada toean poetri!“
„Angkau misti menghantarkan padakoe kasana! Akoe mau tau apa angkau poenja tjarita soenggoe apa tiada. Akoe mau liat dan dengar dalam itoe roema apa REZIA dibawa oleh SADI kadalam kamar orang parampoean; maka itoelah ada kasaksian jang akoe mau dapat katerangan dari angkau djoega adanja!“
„Boleh sekali toean poetri!“ berkata LAZZARO; „tetapi toean poetrie misti menjaroe pakean seperti djoega hambamoe, sopaija djangan orang kenal pada kita-orang.“
Sahdan poetri ROCHANA berkata pada orang Griek itoe:
„Sekarang soeda datang gelap, balik kombali dasatoe djam lamanja di kamar ini, djangan toenggoe di hadapan astana. Semboeniken moekamoe dan berpake laen pakean, maka ini malam djoega akoe mau dapat kabar jang tantoe.“
Maka toean poetri jang pada sabantaran ini amat bimbang hatinja soeda soeroe orang Griek itoe per-