110
dan berat dari pada jang laen-laen maka biarlah angkau menoendjoek boedi jang amat besar dan haroes dioepa dengan oepahan jang harga tinggi djikalau angkan bisa bawa datang kamari itoe doea orang jang terseboet dengan djaga baik-baik sopaija satoe manoesia diloear tiada mendapat tau. Maka lekaslah pergi dan kardjakan ini soeroean!”
Bagitoelah djadi SADI amat girang jang dia boleh kaloear dari itoe roema pandita-pandita, dan koetika dia tarima kombali koedanja dari orang Derwis toea jang djaga di hadapan pintoe dia poen lantas bersombahjang soekoer kapada Allah, jang ini parenta soeda tiada di soeroe kardjakan oleh laen orang; tetapi apa MANSOER EFFENDI dan HAMID KADHI man berboeat kapada Rezta itoe dia tiada dapat tau, melainkan dia tau jang dia orang mau dapat pada poetra SALADIN boeat boenoe padanja sopaija dia poenja hak akan pangkat radja djadi ilang.
Komedian itoe SADI naik koeta kombali, kasi lari pergi di Skutari ka pinggir kali dimana gondel besar ada toenggoe padanja boeat menjabrangkan dia dengan koedanja dan bagi-bagi wang pada hamba-hamba gondel, maka dia orang itoe berdajoeng bagitoe lakas sabingga larinja gondel itoe seperti terbang diatas aer. Pada koetika dia sampe didarat, maka dia lekas naik lagi koedanja, larikan pergi ka roema param-