Lompat ke isi

Halaman:Barang rahsia dari astana Konstantinopel.pdf/12

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

5

Tetapi Sadi tolak pracenja katengah sambil menjeboet: „Insah Allah,” atau bagimana sadja Toehan Allah poenja kahendak.

Maka lebi lekas dari pada Michalinos soeda mengira-irakan datanglah angin poejoeh terpoetar poetar jang mana sering kali ada permoeläannja satoe angin riboet.

Adapoen Sadi doedoeklah dalem praunja jang ketjil, pandjang dan tiada berpake kamoedi, jang mana djadi terlaloe gampang akan mendapat tjilaka dalam moesin jang demikian itoe, tetapi dengan tiada takoet dan dengan senang hati Sadi pandangkan mesa itoe serta membalikkan haloean praunja.

Oleh karna angin riboet jang bagitoe keras, maka aer masoek kadalam praunja Sadi.

Lebi doeloe dari pada riboet itoe datang, maka segala kapal api ketjil jang mana berlajar dari djambatan besar di Konstantinopel ka kampoeng-kampoeng pada soengei Bosphorus akan sampe pada pingiran, soeda djadi seperti boeroeng jang mentjari perlindoengannja lebi doeloe dari pada terpoekoel oedjan; samoea prau-prau tambangan ketjil djoega datang terboeroe-boeroe dari djau mentjari teloek aken berenti, melainkan Sadi sendiri sadja jang soeda djalankan praunja dengan tiada takoet terbalik.

Maka dengan sakoenjoeng-koenjoeng djoega dis dengar di-antara angin riboet itoe satoe soeara kata-