jang akan soedah lama mati kelaparan dan kehaoesan kalau tiada satoe soldadoe pikoel hati kasian.
Tempo djaga-djaga datang padanja, Syrra tiada bergerak. Dia djongkek atas roempoet kering itoe jang hawanja amat panas, tiada angkat moeka dan tiada fadoeli pada orang-orang jang masoek itoe.
Korpraal datang padanja dan korek Syrra poenja badan.
Dia tanja: ,,angkau misi hidoep?”
Syrra manggoet.
Dia tanja lebih djaoe: ,,angkan doedoek diatas apa?”
Syrra toendjoek roempoet kering itoe jang dia ada doedoeki; dia doedoek di atas tali itoe dan takoet soldadoe-soldadoe nanti dapat lihat itoe tali.
,,Besok pagi angkau nanti dipariksa," berkata
korpraal itoe, kemoedian dia ambil bottol ajer itoe
dan bikin tingka seperti geli sesoedah tjioem itoe
botel; ajer jang misi sisa dibottol soedah boesoek
sebab kapanasan.
Djoega roti jang sisa soedah kering.
Korpraal kasi parentah: Bawa roti dan ajer bersi
pada ini orang toetoepan, kemoedian dia lihat pada Syrra dan gojang kapalanja — orang koetoeng bagini
roepa dia belom tahoe lihat!”
Halaman:Barang rahsia dari astana Konstantinopel.pdf/1166
Tampilan
Halaman ini tervalidasi
1507