1492
bikin dia djadi gila dalam satoee malam. Barangkali ini ingatan soedah bikin dia tiada kasian pada soedaranja.
Perampoean-perampoean jang djaga pada Moerad tiada tahan lagi mengantoek sebab tjape dan berapa malam tiada tidoer.
Pada satoe malam hari Djoemait sedang Moerad lagi senang tidoer atas bantalnja dan di dalam astanah itoe soedah sepi, hingga dari djaoe sadja kadengaran djaga-djaga berdjalan boelak balik, maka bininja Moerad jang setia padanja djato poelas, sebab terlaloe lama bergadang.
Maka itoe waktoe soedah liwat tengah malam, tatkala Moerad bangoen mendoesin dan jihat semoea pendjaga orang perampoean soedah pada tidoer poelas.
Dengan ati-ati dia bangoen perlahan-lahan berdjalan telandjang kaki; tjoema pakai kamedija sadja, dan pergi ka pintoe. Dia boeka pintoe dengan pelahan. Didalam gang tiada ada satoe orang; pintoe pekarangan boeat berdjalan ka kali ada terboeka.—
Di loear terang boelan seperti siang, maski disitoe ada djaga-djaga tetapi dia-orang tiada lihat apa ada djadi.
Moerad toeroen boeroe-boeroe dan berdjalan ka pingir kali, jang di koeroeng sama pagar besi, dia