1475
kepalanja tiada benar, dia tiada mampoe menimbang perkara,
Akoe soedah kata itoe hadapan orang banjak. Kita soedah datang disini bockan boeat adoe kapintaran.
Akoe moelai sama itoe penjatakan jang betoel, toean-toeankoe sekalian.”
Midhat melihat pada Hussein dengan mata besar, orang boleh tahoe bahoea dia tiada senang hati atas Hussein poenja bitjara, Hussein tiada lihat Midhat poenja mata.
„Akoe djoega lihat bahoea, Soelthan Morrap ada sakit dalam otaknja, akoe menjasal soeggoeh boeat dia,” berkata Raschid, „akoe minta soepaja djangan doeloe kasi pedangnja Soelthan padanja, biar toenggoe doeloe lagi sedikit hari.”
„Sabelomnja itoe pedang diikat pada pinggangnja, dia belom djadi Soelthan, maka kita toeroenkan dia dari tachtanja,” menjatakan Hussein.
„Apa ada keterangan jang betoel, bahoea Soelthan MOERAD poenja ingatan tiada benar, pacha bangsawan?” menanja KHALIL pada RASCHID jang ada doedoek di sabelanja.
„Kalemarin akoe lihat sendiri,” menjahoet RASCHID.