1468
Soldadoe-soldadoe soedah bersedia dengan senapan
terisi. Satoe officier berdiri pada soldadoe-soldadoe itoe. Waktoe jang penghabisan soedah datang . Lagi sekali ABUNEZA melihat kadjalan besar , dari djaoe dia sangka melihat satoe kareta, atau orang berkoeda jang mendatangi dengen penoeh aboe. Sinarnja matahari segra bilang. Officier parentah soldadoe- soldadoenja : „ Djoedjoe ! "
Soldadoe denger dia poenja parintah. ABUNEZA melihat 12 moeloet senapan ada djoedjoe padanja . Maka berboenjilah parentah : „ Tembak !" doea belas anak bedil djatoh sama sekali dan orang toea itoe dilanggar pelor maka tergantoeng pada tali, dengan apa dia diikat pada tiang. Maski dia soedah tembak, dia misi djoega menjeboet: „ REZIA !
REZIA ! mari datang !" dan matanja jang
soedah tewas
misi djoega mentjari koeliling orang
itoe, jang dia hendak beri berkat .