0
t
1
1467
Ini
ingatan memaksa orang toea itoe keloearkan
ajer mata dan dari moeloetnja baroelah sekali ini keloear kata-kata. „ REZIA, anakkoe, anakkoe perampoean !" Dimana angkau
ada?
Karana apa angkau tiada
boeroe-boeroe datang, boeat melihat lagi sekali bapamoe jang misti mati dan terima berkatnja ? Adoh ! sambah jang koe tiada di dengar. Apa akoe tiada dapat lihat lagi anakkoe lebih doeloe dari akoe mati?" Tamboer berboenji dekat- pintoe
kamar
ramai , di
orang
banjak soedah
boeka- di loear soedah
bersedia barisan jang misti tembak padanja. Satoe Sersant masoek kedalam dan panggil ABUNEZA keloear ikoet padanja, sebab waktoenja soedah datang. Orang toea itoe bikin sambabjang dan angkat mata ka Sorga, kemoedian soldadoe-soldadoe bawa padanja Kombali berboenji tamboer. Tempo soldadoe- soldadoe bawa dia katempat hoekoeman, dia melihat sana sini , tetapi tiada dapat lihat pada REZIA.
ABUNEZA diikat pada satoe tiang .
Dia berbisik dalam sengseranja itoe : Toehan Allahkoe ! kirim
REZIA
djadi kalaatan !"
padakoe,
kalau
tiada maka