itoe, dapat ingat kapada Toppeng Amas; di belakang marika itoe ada toeroet Effendasi (resident-resident dari Stamboel, Galata dan dari Pera; hakim besar dari Roemelie dan Anatolie, dan satoe baris molla serta laen-laen goeroe, terkoeroeng oleh dia orang poenja djoeroe-djoeroe penjoerat jang bertoenggang koeda, tetapi dia orang poenja toekang-toekang toen-toen koeda berdjalan kaki; dan lagi di belakang ini ada toeroet toean-toean besar dan mantri berpake pakean biroe jang terhias dengan benang amas dan perak, dan sapandjang djalan marika itoe menjeboet:
„Allah, Allah hoe akbar! (Toehan Allah ada Maha Besar). Scheik-ul-Islam naik koeda terhanter oleh hamba-hambanja jang berpangkat, ikoet dari belakang dan dengan soeka hati jang tinggi dia meliat pada hadji-hadji jang berangkat dan pada orang banjak jang berdiri disitoe dan lagi pada atas roema-roema, dimana ada berkoempoel nona-nona Toerki jang manis roepanja, maka samoea orang banjak itoe membrikan Salam dengan sapoetangan dan ada jang tarik kaki dari djau.
Saäbianja berdjalan liwat babrapa orang jang berpangkat besar, jang tarima soerat tertoelis oleh Soeltan sendiri boeat Sjerif Mekka, jang mana sala satoe dari marika itoe isi dengan doea tangan di. dalam satoe boemboeng, jang ada pada kepala sela, maka baroelah ikoet dari belakang does onta soetji,