1260
Ini perkataan membikin takoet pada Hakim, dia goemeter antero badan dan djato berloetoet.
Dia menjahoet: ,,Angkau ada Topeng amas.”
,,Serahkan diri moe; mengalahkan dirimoe. Djangan tariak!” berkata soeara itoe; bangoen, akoe nanti bawa angkau pergi.”
Hakim dengar parinta. Dia rasa ada orang pegang tali jang terikat di badannja. Dia dengar pintoe terboeka, tetapi tiada meliat satoe apa, sebab moekanja tertoetoep dengan kaen.
Orang dervis itoe seram dan goemitar—soedah satoe kali dia dengar Mansoer poenja hamba djato di tangannja Topeng Mas, kepada siapa semoea orang jang berdosa pada Allah dan pada menoesia, takoet, tetapi dia mengadap seperti pengadjar, pada waktoe orang mace dapet tjilaka atau terantjem adanja oleh bahaja.
,,Angkau bawa akoe kemana? Apa nanti djadi dengan akoe?” menanja orang dervis itoe dengan soewara perlahan tempo moekanja di toetoep dengan kaen dan ampir tiada bisa bernapas.
Djawabnja: ,,Djangan Tanja! Diam!”
Dia di bawa dari roema ka pingir soengei, dimana dia misti naik dalem satoe perahoe; orang jang pegang tali di blakangnja, doedoek sama-sama dia.