Lompat ke isi

Halaman:Barang rahsia dari astana Konstantinopel.pdf/1070

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

1255

ada orang prampoean dan akoe takoet dia poenja datang ka sini ada terhoeboeng dengan resianja negri,” berkata poetri.

,,Akoe heiran mendengar perkata-kataAn moe, akoe tiada taoe apa satoe prampoean maoe bikin dalem inie manarah?”

,,Dia tjoba masok ka dalem akan bertemoe pada orang-orang toetoepan; dan melepaskan pada Sadi-pacha didalem ini hal penjamaran (menjaroe),” menjahoet poetri Rochana terboeroe-boeroe dengan soewara lemas; ,,akoe rasa isirinja Sadi-pacha menjaroe djadi soedagar Perzia!’’

Ini perkataan soedah bangoenkan Hussein poenja fikiran. Dia misti dapet ketrangan jang betoel; itoe soedagar belon bole keloear dari manarah! Terboeroe-boeroe dia soeroe brapa soldadoe soesoel pada orang Perzia itoe dan bawa datang padanja.

Pada antara itoe maka Rezia koempoclkan semoea fikirannja, toeroen dari tanga; dan tiada balik pada petinja di pintoe, dia kloear ka gang; tetapi pintoe tertoetoep. Dia tinggal didalem dan tiada bisa keloear. Sekarang dia dengar soewaranja poetri dan parintanja Hussein-pacha. Dia di kenali adanja, tjilaka, djalan poelang soeda di pegat adanja!

__________