89
berdjalan lekas-lekas poelang, sakoetika itoe djoega dia balik tengok kabelakang dan meliat orang itoe datang dekat padanja. Seperti njata orang ini adalah berpake sapoetangan kapala bocatan Arab warnanja idjo, jang mana oedjoengnja tergantoeng pada doea blah menoetoep moeka, dan satoe pasmen amas ada kaliatan njata di bawa sapoetangan itoe.
,,REZIA !" berboenji soearanja Toppeng Amas.
Maka REZIA poen berenti dan membrikan hormat kerna dia tau jang Toppeng Amas datang membawa kabar djahat atau datang kasi ingat barang jang nanti djadi pada komediannja.
,,Akoe liat angkau kaloear dari roema ajahmoe," berkata Toppeng Amas itoe,,,akoe ikoet angkau kasoemoer, sebab akoe hendak pesan satoe barang apaapa padamoe!"
Demikian itoe djadilah REZIA tiada abis pikirkan bagimana orang asing itoe jang berdjalan dalam gelap boleh dapat tau dimana tempat semboeninja.
,,Angkau ada bertjinta pada SADI, sa-orang moeda, kapala dari djaga-djaga Soeltan ," berkata itoe orang asing,,,dia poen djoega ada tjinta kapadamoe, tetapi dia tiada nanti boleh melindoengkan angkau akan melawan kapada moesoe-moesoemoe, jang mentjari oemoernja poetra SALADIN, jang mana dari kalemaren angkau soeda semboenikan didalam kamarmoe!"
Bagimana roepa itoe Toppeng Amas kenal pada