Lompat ke isi

Halaman:Bahwa Inilah Hikajat Binatang.pdf/9

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca
3

tan belantara. Dan lagi sesoenggohnja singa itoe pada masa ini koerang

banjaknja, tijada seperti dahoeloe, sabab hoetan tempat kedijamannja telah koerang, mendjadi padang tijah; maka koeranglah djoega segala binatang jang djadi makanannja itoe. Itoelah sababnja maka singa itoe mendjadi koerang; makalamakelamaän kemoedijan habislah sekali dan terseboet didalam perbahasaän djoega.

Adapon singa itoe chabarnja 'adatnja baik, djika didapatnja orang atau barang soewatoe binatang tengah tidor tijadalah hendak diterkamnja, dan lagi barang apa jang soedah mati, seoepama bangkai, tijadalah singa itoe hendak memakan dija, melainken barang apa jang baharoe diboenohnja sendiri. Akan tetapi chabar itoe tijada benar. dimakannja djoega. Djika ija kelaparan, barang apa didapatnja Djika ija tijada beroleh makanan baharoe, sisa-sisa dimakannja djoega, djika soedah boesoek sakalipon. Maka singa itoe tabi'atnja malas, lagi terlaloe ati-ati ; maka tegal itoelah maka tijada ija hendak mengoesik manoesija atau binatang, melainken djikalau ija lapar dan djikalau ija terpaksa melawan. Dan lagi tabi'atnja, djarang ija mentjahari makanannja pada sijang hari, melainken pada malam djoega, dan boekan pada tempat jang lapang, hanja didalam hoetan beloekar, atau didalam roempoet jang tinggi-tinggi. hendak diterkamnja. Maka dari sitoelah dihintainja barang soewatoe jang Maka djikalau orang berdjoempa dengan dija pada sijang hari, tijada mengapa, djangan chawatir, asal tetap sahadja hati, djangan diketahoewinja takoet orang itoe, dan djangan sekali-kali lari, malainken