9
sabab dilatjak-latjak gadjah itoe. Maka orang pon terlaloe banjak datang melihat. Maka adalah kira-kira sepoeloh hari lamanja gadjah itoe dalam kandang, maka lemahlah soedah segala gadjah itoe, oleh sabab tijada makan dan tijada minoem itoe. Maka kemoedijan diperboewatlah djerat, tali rotan kasar-kasar, maka dioeloerken kedalam kandang itoe, kemoedijan ditjampakken batang pisang sedikit kedalam djerat itoe, maka datanglah gadjah itoe masok kedalam djerat itoe, laloe disentakkennja, maka kenalah lehernja, maka djerat itoe ditambatkennja dipohon kajoe. Kemoedijan masoklah pawang itoe memboeboh pasoeng, ja-itoe diapitnja gadjah itoe pada kiri kanan, laloe dikeloewarkennja seekor-seekor dari dalam kandang itoe, sampai habis gadjah itoe dikeloewarkennja, dengan tijada diberi makan dan minoem, sabab takoet ija nanti mendjadi koewat, nistjaja dipetjahkennja pasoeng itoe. Dalam hal jang demikijan itoe pon maka dihambannja djoega beberapa kali akan orang jang diatas kandang itoe dengan kajoe, berdengong-dengong boenjinja, maka djikalau kena, petjah-petjah moeka, dan lagi beberapa kali poela hendak dirobohkennja kandang itoe, debelitnja dengan boelalainja akan tijang kandang itoe, digontjang-gontjangnja, maka bergojanglah kandang itoe, maka djikalau tijada sigera dipoekoel dengan kajoe, nistjaja robohlah. Sjahadan maka chabarnja gadjah itoe semoewanja habis mati, melainken adalah tinggal lagi enam toedjoh ekor, jang boleh sampai kemelaka ; dalam itoe pon kemoedijan tinggal seëkor djoega jang hidoep.