Antara TJINTA dan HARTA
7
angin jang menebak daon beringin jang menawungin itu sepasang kusuma.
Samentara dadanja Andang kaliatan berombak- ombak, tetapi mareka tinggal ngadjublek sebagi patung. Achir-achirnja Andang sendiri mendjadi kwalahan, lalu mengingser duduknja buat lebih deket dengan Surjati, kamudian ia berkata dengan suara jang tida lampias:
,,Aku merasa beruntung, Ti, jang aku mendapat itu kahormatan buat bisa bersobatan dengan kau. Persobatan jang sedari lama telah berlangsung sampe sekarang. Sepandjang mana, aku selalu bergirang bila bergaul dengan kau, lebih lagi bila kau berada didampingku. Dalam aku punja kagirangan telah menerbitkan satu,,pengrasa'an" dalam sanubari'ku. Aku merasa aneh atas itu,,pengrasa'an" jang selama hidup'ku belon pernah 'ku dapetkan itu, tetapi mengapa sasudah aku bergaul dengan kau, itu,,pengrasa'an" telah munt jul......" Andang brentikan sabentar omongannja, lalu landjutkan dan menanja sembari memandang itu gadis;,,Apakah kau djuga mendapat itu,,pengrasa'an" seperti, apa jang aku alamkan?"
Dengan paras mangkin merah Surjati tundukin kepalanja, mulutnja tinggal membisu, katjuali ia punja djari-djari jang alus memaen udjung badju. Ia rasakan djantungnja memukul keras.
Bila satu gadis sedeng di-,,serbu" oleh satu pamuda tentang,,permachluman Asmara", sedang djawaban lagi ditunggu, djawaban dari fihak pamudi selalu ada,,membisu" sikap begitu umumnja menandakan jang,,si-pemudi" telah trima itu,,permachluman" atau setjara kasarnja berarti...... Acccc
Djustru Surjati pun ada demikian, sekalipun ia tinggal membisu, tetapi sang hati mengaku ia sendiri mempunjai itu,,pengrasa'an jang aneh".