Lompat ke isi

Halaman:Antara Tjinta dan Harta.pdf/17

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

Antara TJINTA dan HARTA

Oh, betapa gontjangnja Andang punja djantung di-saat itu gadis berdjongkok dihadepannja selagi mengobatin lukanja. Itu kepala jang bagus dengan di-tawungin rambutnja item gempiok dengan sedikit berombak, djustru djarak tida sebrapa djengkal dari muka-nja Andang, dari mana bebauhan harum semerbak menusuk ka-lobang idungnja.

Andang terus membengong sekean lamanja, pikirannja terus membajangkan itu kedjadian jang baru sadja terdjadi. Sembari tangannja mengelus-elus, itu kaen-verband dikakinja jang baru sadja di-pegang-pegang oleh Surjati......

Esok Paginja. Maskipun Andang punja kaki masih dirasakan amat sakit, berhubung ke'adaan jang memaksa, ia paksakan djuga dirinja buat masuk kerdja, sekalipun dengan tindakan berdjingkut2.

Surjati, jang memang pada waktu blakangan ini selalu memperhatikan Andang, tatkala itu pagi ia meliat Andang punja ke'ada'an begitu, ia djadi menegor:,,Kau punja kaki masih berasa sakit, kena apa kau begitu paksakan diri buat datang kerdja....?"

Seperti adatnja, dengan sopan Andang menjaut: ,,Bila aku tida paksakan diri bekerdja, berartilah bagi'ku dan Nene'ku punja perut tida mendapat tangselan".

Surjati djadi mengelah napas, diam-diam dalam hatinja ia seselkan pada sang nasib, kerna itu djedjaka didjadikan kaluarga melarat......? Tadinja ia pikir akan memberihkan kutika buat Andang mengasoh berapa hari sampe kakinja sembuh betul, dengan uang pembajarannja akan dibajar penuh. Tetapi achirnja ia takut akan mendapat seselan dari ajahnja jang bengis, kerna ia brani ambil itu kalantjangan jang bukan mendjadi haknja......

Selandjutnja kakinja Andang mendapat rawatannja Surjati dengan terlaten sahingga itu luka men-