Lompat ke isi

Halaman:Antara Tjinta dan Harta.pdf/15

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

Antara TJINTA dan HARTA

13

mengurut-urut kakinja jang berdarah, tida djau dari itu terletak krandjang rumput jang barusan di panggul.

Surjati menghamperi Andang jang tinggal duduk. ,,Kena apa kaki-mu......?" tanja Surjati dan berbareng dengan itu ia kliatan bergidik, menampak kakinja Andang terluka besar sedang darah mengutjur deres.

Andang jang lagi tundukin kepalanja, sakunjung- kunjung ditegor oleh satu suara empuk, telah mendjadi kaget. Kutika mendonggakan kepalanja buat mengatahui siapa jang suda menegor. Dengan tida di sengadja dua pasang mata saling bentrok, dan...... sakutika itu djuga masing-masing punja dada kaliatan berombak-ombak kerna ketokannja sang djantung jang memukul......

Selang se'saat sasuda hatinja rada tetep, baru Andang bisa menjaut:,,Och...... kaki-ku katusuk petjahan botol".

,,Di-manakah kau katusuk?" Tanja Surjati dengan kwatir.

.......Disana, di-itu tegalan......" Djawabnja seraja menundjuk ka djurusan dimana tadi kutika ia memotong rumput.

,,Apakah petjahan botolnja suda ditjabut......?" ,,Sudah, Neng!" saut Andang jang membahasakan ,,Neng" pada itu gadis.

,Tunggu disini, ja". Achirnja Surjati berkata, ,,Sabentar aku ambilkan obat untuk kau". Satelah berkata, ia lalu balikan badannja dan masuk ka dalam rumah. Selang tida lama ia muntjul kombali dengan ditangannja membawa satu botol ketjil dan sagulung kaen verband.

Kemudian itu gadis lalu djongok dihadepannja Andang, dengan tida merasa djidji lagi itu djari tangan jang lantjip lalu bikin bersih itu kaki jang