12
TJILIK ROMAN'S
Diam-diam Surjati merasa aneh, kutika ia masih sekolah ia mempunjai banjak kawan pamuda-pamuda tjakap dan terpladjar, tetapi terhadap itu semua kawan tetap,,dingin" hanjalah tjuma,,kawan-biasa" sadja.
Tetapi pengrasa'an sekarang ia rasakan terhadap Andang ada laen. Ia merasa kasian tertjampur sajang, dan berbareng di-situ telah terbit pengrasa'an ,,suka" dan djustru iapunja,,lapangan" hati masih kosong, telah terisih wadjahnja Andang, maski tjuma ada satu gombala-kerbo tetapi tjakap, sopan-santun serta bisa menjesuaikan dengan ke'adaan dirinja.
Dilaen fihak, Andang pun merasa heran atas sikepnja Surjati, terlebih lagi ia tida mengarti, mengapa Surjati atjapkali suka mengawaskan kepadanja dengan sinaran mata jang agak aneh.
Samentara Andang jang kena di-awaskan begitu rupa, merasa hatinja,,berdebaran".
Di-suatu sendjah...... Kutika Surjati lagi duduk di serambi depan rumahnja.
Dari djau ia nampak Andang sedang berdjalan mendatangin dengan memangul satu krandjang terisi penuh rumput, dengan tindakan begitu plahan.
Kutika Andang suda sampe dekat dan masuk dipekarangan, Surjati djadi kaget, ia meliat dengan tegas, bahua sabelah telapan kakinja Andang berloboran darah...... sedang tampang mukanja putjat, serta meringis-ringis kasakitan.
Andang djalan terus ka samping gedong buat menudju ka blakang rumah. Adalah Surjati seperti ada kakuatan gaib jang menjurung padanja, dengan tida ajal lagi, lalu masuk ka dalam langsung ka blakang dimana dekat kandang kerbo; ia dapetkan Andang sedang duduk di-atas tanah sembari tangannja