8
TJILIK ROMAN'S
Meliat Surjati punja sikap tinggal mendjublek dengan kepala tunduk, achirnja entah kenapa Andang mendjadi kalap...... kalap, sebagi orang kerangsokan, sedang tangannja,,mengulur lalu memeluk lehernja" itu gadis jang djungdjang, kamudian tida terasa pula sang bibir kaliatan menempel di bibirnja Surjati jang merah semeringan......!
Oh...... Andang...... buat pertama menjium Sujati: ia menjium begitu punja napsu. Tjiuman pertama jang menitis dari pengrasa'an tjinta sutji murni.
Pengrasa'an kaget, takut, malu teraduk mendjadi satu dirasakan oleh Surjati, tetapi Surjati tinggal mandah tida berontak......
,,Aku tjinta...... padamu...... Jati", kata Andang kamudian dengan suara ditengorokan.,,Kau tida akan menolak atas tjinta'ku bukan......? Djawablah, Jati! Djawablah jang kau pun menjinta pada'ku......
Sebagi djawaban atas itu pertanjaan, Surjati djatohkan kepalanja didadanja Andang jang lebar. Satu senjuman kaliatan tersungging di bibirnja jang munggil.
Andang lalu genggem Surjati punja telapankan tangan jang mungil, jang di rasakan ada gumeteran, sesaat mana Andang berkata dengan suara memuhun:,,Aku ingin dengar satu djawaban jang dikaluarkan dari lapisan bibirmu, Jati, tjukup dengan satu perkata'an,,JA", aku akan merasa bruntung, djawablah Jati, djawablah......
Dengan plahan Surjati dongakan kepalanja, ia memandang dengan mata-nja jang djernih terhadap Andang, sa'olah-olah djadjakin hatinja Andang berapa besar adanja itu tjinta kapadanja. Achir2nja dengan bibir gumeter dan suara jang ampir tida kadengeran:
,,Ja......, aku pun menjinta kau, kang Andang, seperti djuga kau menjinta diri'ku......".