senang. Di satoe toempoekan roempoet ia rebahin dirinja sembari dengerin itoe orang orang menjanji sedeng kedoea matanja melihatin djoega iaorang bekerdja. Itoe koeli koeli tinggal teroes di sitoe dan di waktoe malem ampir tiada tidoer sama sekali. Tempo moelain siang keada'an di sitoe baroe sepi. Tatkala Levine bangoen dari tidoernja ia pandang bintang bintang di langit dan mengarti malem soeda diganti oleh siang.
"Apa akoe moesti berboeat? Bagimana akoe moesti bikin?" begitoelah ia tanja dirinja sendiri. Lagi sekali ia inget apa jang tadi siang ia pikirken dan apa jang tadi ia soeda impiken. Kawin? Kerdja? Apa betoel orang lelaki moesti kerdja? Apa baek djadi orang tani sadja? Apa baek kawin dengen satoe preompoean kampoengan sadja?"
Selagi pikirannja inget hal hal di atas, ia berlaloe dari lapangan dan djalan di tikoengan jang bisa teroes ka kampoeng. Angin ada menioep dengen aloes. Oedara ada remeng remeng.
Ini ada satoe tanda jang malem hendak terganti dengen siang.
Semingkin lama tindakannja Levine djadi semingkin gantiang; tapi selamanja ia djalan dengen kepala ditoendoekin. Denger sekoenjoeng koenjoeng ia denger soeraranja bel. Maoe atawa tiada ia angkat kepalanja aken menengok.
"Satoe kreta? Siapakah jang dateng kemari?"
Di satoe tempat jang djaoenja kira kira ampat poeloe depa ada mendatangin satoe kreta jang ditarik oleh ampat koeda. Di satoe podjok ada tidoer satoe nene dan di depan katja pintoe satoe nona jang dari roepanja baroe sadja bangoen dari tidoer sedeng asik betoelin piranja iapoenja topi. Levine kenalin itoe nona dari kahoea matanja jang gilang goemilang. Atinja berdebar debar saking kagirangan Batoel itoe nona jang bikin atinja djadi bergerak seperti kapal terserang geloembang... Itoe nona... Kitty jang ia tjintaken dengen segenep djiwanja! Levine mengerti jang Kitty dateng dari station dan sedeng mengoendjoengin iapoenja soedara.
Antero kesedian jang seedlem menjerang dirinja, antero poetoesan jang ia sedeng timbang, sekoenjoeng koenjoeng djadi ilang; dengen perass'an menjesel ia inget poetoesannja jang maoe menikah dengen satoe prempoean kampoengan. Iapoenja niatan jang tadinja ia soeda tetepken, sekarang dibikin oeroeng; samentara itoe kreta jang tadinja ada di depan matanja soeda meliwatin dirinja. Tatkala itoe Kitty tiada menengok lagi ka djendela. Binatang andjing jang menggonggong menoendjoekin jang itoe kreta mendoedjoe ka kampoeng. Djalanan di sitoe kombali djadi sepi. Sebagi seorang asing Levine landjoetken iapoenja perdjalanan lari djaoe.
„Tiada”, begitoelah ia bilang pada dirinja sendiri. „Toentoet pengidoepan jang saderhana boleh djadi ada sanget bagoes, tjoema sadja atikoe soeda diato tjinta pada Kitty!”
Itoe malem jang Levine liwatin dengen tidoer di oedara terboeka ada pengaroein sanget iapoenja pikiran. Dan kedatengannja Kitty jang ati-