Lompat ke isi

Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/37

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi
— 228 —
— 229 —

itoe perkata'an dengen lakoe sabar, jang Anna memang soeda kenal lama, bikin atinja djadi amat mendongkol. Soepaja tiada denger lebi lama otje-annja si soeami maka ia bilang seperti apa jang Karenine hendak maksoedken:

„Jang akoe poenja poetoesan ada sama dengen kau..."

„Betoel," kata Karenine dan kamoedian bilang lebi djaoe: „Prinses Iverskain pantesnja tiada boleh tjampoer dalem ini perkara familie... teroetama prempoean seperti dirinja..."

„Apa jang kau bilang akoe tiada pertjaja sama sekali," kata Anna dengen roepa mara. „Akoe tjoema taoe jang Betsy ada tjinta akoe poenja diri..."

Karenine berdehem dan tiada berkata apa-apa lagi.

„Akoe soeda soeroe panggil dokter," kata Karenine.

„'Koe ada baek dan tiada perloe pertoloengannja dokter."

„Itoe dokter jang 'koe soeroe panggil adalah boeat si orok jang menangis tiada soedannja."

Mendenger begitoe Anna boenjiken bel dan minta itoe baboe mongmong bawa itoe anak. Karenine berlaloe dari itoe kamer.

„Tiada," begitoelah ia bilang dengen soeara mol-mol. Ini hal tiada bisa diantepin lebi lama."

Blon perna ia dapet kepastian seperti ini hari jang menoendjoekin kadoedoekannja tiada bisa kekel dan kabentjiannja Anna ia bisa antepin. Blon perna ia berlakoe dengen berlawan sama kahendakan atinja dan maoe toeroet segala kahendakannja Anna. Apa jang djadi kemaoeannja iapoenja istri dan doenia, itoelah bagi dirinja masi djadi satoe resia.

Oblonsky masoek di kamernja iapoenja soedara. Ia dapetin Anna sedeng koetjoerin aer mata. Kendatipoen diri sendiri ada dalem kagoembira'an dan kagirangan, toch ia bisa bikin tingkanja jang menjotjokin dengen ka'ada'annja Anna jang sedeng berdoeka.

„Akoe kira," demikianlah ia bilang dengen soeara gombira „kau roepanja anggep doenia ini soeda sesek. Braniken kau poenja ati dan madjoe di ini doenia dengen menoeroet kau poenja kahendakan ati... Beteel itoe ada satoe lelakon, aken tetapi..."

„Akoe perna denger ada prempoean djadi djato tjinta sama soesaminja lantaran iapoenja klakoeran jang baek, tapi akoe kenapa boleh bentji soeamikoe djoestroe lantaran poenja itoe klakoean. Akoe tiada bisa idoep bersama dia. Kapan akoe liat roepanja sadja, atikoe soeda djadi gedek dan sakit... Akoe tiada bisa idoep bersama dia!... Apa jang akoe moesti bikin?... Akoe ini ada satoe orang jang tjilaka; bagimana adanja akoe poenja perasaan di ini waktoe, soeker bisa ditoetoerken dengen perkata'an. Haroes kau mengarti djoega, jang Karenine sabetoelnja ada satoe orang baek dan sopan, aken tetapi apa akoe bisa bikin kapan dirikoe ada sanget bentji padanja! Akoe bentji dirinja lantaran iapoenja