lantas rebaken Vronsky jang loeka di tempat tidoer dan verband loekanja.
Dengen toeroet kahendakannja iapoenja istri, Karenine tiada sangka jang Anna poenja rasa menjesel bakal djadi dengen sabenernja, jang ia bakal membri ma'af dan jang Anna bakal idoep teroes. Doea boelan sedari ia balik kembali di Moskou itoe kakliroean ada mengganggoe dengen sanget iapoenja pikiran. Boekan sadja ia soeda bikin itoe kakliroean kerna kasoeda'annja perkara ada di loear doega'an, tapi djoega jang ia sendiri belon kenal abis ka'ada'annja iapoenja ati. Tempo hadepken istrinja di tempat pembaringan atinja djadi merasa kesian sama Anna seperti djoega laen orang. Doeloe ia anggep itoe „rasa kesian” sebagi satoe penjakit bagi orang jang atinja lemah. Boekan begitoe sadja, malahan ia pandang itoe sebagi soestoe hal jang sanget hina. Rasa kesian sama Anna, rasa menjesel jang ia tadinja ada poenja kahendakan aken Anna meninggal doenia begitoe lekas, teroetama sekarang dengen adanja iapoenja kasoeka'an aken ma'afken dirinja Anna, ada mengeningin atinja jang doeka dan djoega atinja merasa poeas kerna soeda bisa berlakoe begitoe. Dengen sekoenjoeng-koenjoeng ia dapet kanjata'an iapoenja kadoeka'an ada djadi „matanja” kagirangan dan iapoenja rasa sangsi tempo hendak membri hoekoeman, memboetji dan mengoetoek, sekarang soeda djadi tetep koetika atinja merasa ichlas membri ampoen dan . . . . menjinta.
Ia ampoenin istrinja dan merasa kesian lantaran Anna ada dalem sakit dan dalem ka'ada'an menjesel.
Ia ma'afken Vronsky dan merasa kesian tempo denger ia lakoeken perboeatan nekat.
Ia merasa menjesel, ia lebi menjesel dari jang doeloean, lantaran ia soeda sia-siaken iapoenja anak. Bagi iapoenja anak prempoean jang baroe dilahirken ia ada poenja anggepan jang aneh, boekan sadja dari lantaran kesian, tapi djoega lantaran liat di waktoe bagimana itoe anak soeda dilahirken di ini doenia.
Samentara itoe ia pikir djoega tentang dirinja, jang maski bagimana djoega adanja iapoenja anggepan, toch boekan tiada boleh djadi ada berlaenan sekali dengen orang banjak poenja anggepan. Ispoenja kenalan merasa heran dengen iapoenja sikep, tiada mengarti sama sekali dan satiap waktoe menoenggoe poetoesannia. Djoega Karenine merasa jang iapoenja perhoeboengan sama Anna masi djadi satoe hal jang belon tentoe dan amat tiada enak.
Di achirnja Februari itoe anak orok sakit. Karenine jang djaga itoe anak di waktoe pagi, soeroe panggil dokter dan kamoedian pergi ka kantoornja. Tempo ia poelang poekoel ampat sore, Karenine oesap-oesap kepalanja Serioja dan tanja pada itoe goeroe prempoean apa jang dokter tadi bilang.
„Dokter bilang tiada ada alesan sama sekali aken orang berkoeatir. Ia ada membri nasehat aken kasi itoe anak mandi, toean."