ken- katrangan. Karenine ketemoe ia di kamer tetamoe dan bilang:
„Tinggallah kau di sini, kerna Anna berkali-kali tanjaken tentang kau." Ia sendiri jang anterin Vronsky ka dalem kamernja Anna.
Sablonnja matahari naek tinggi si sakit soeda kalap lagi, tiada brentinja merinti dan kamoedian djato pangsan dan tempo ia djadi sedar kembali roepanja sebagi orang jang mengantoek. Di hari katiga ka'ada'an tetep begitoe dan dokter-dokter bilang masi ada harepan aken toeloeng djiwanja Anna. Di itoe hari Karenine masoek di kamer pakeannja Anna, di mana ada doedoek Vronsky. Pintoe lantes ditoetoep dan Karenine doedoek berhadapan sama Vronsky. Vronsky mengerti sekarang ada waktoenja aken ia njataken atinja.
„Alexis Alexandrovitch," begitoelah ia moelain bitjara. Sekarang 'koe tiada bisa bitjara, begitoepoen berpikir . . . Ampoenin akoe! . . . Kau doeka, tapi pertjajalah akoe ada lebi berdoeka dari kau poenja diri."
Vronsky maoe bangoen dari tempat doedoeknja, tapi Karenine soeda kaboeroe pegang ia poenja kadoea tangan dan dengen soeara sedikit keras ia bilang:
„Akoe minta dengen hormat kau soeka denger akoe poenja perkata'an. Apa jang akoe hendak bilang ada teramat penting. Akoe maoe kasi katrangan bagimana adanja akoe poenja ati dan kenapa akoe djadi begitoe goesar, soepaja kau tiada tjela 'koe sebagi orang jang soekamara dengen tiada kaseroessan. Kau tentoe taoe jang 'koe soeda ambil poetoessan boeat bertjere. Maskipoen begitoe toch akoe tiada maoe menjangkal jang atikoe ada moendoer madjoe dalem ini hal dan djoega akoe ada poenja kahendakan jang besar aken hoekoem dirinja Anna dan kau. Tempo akoe trima Anna poenja telegram, pikiran akoe tinggal tetep, ja malahan akoe ada poenja niatan lebi besar lagi jaitoe maoe soepaja Anna lekas meninggal. Aken tetapi . . ."
Boeat sakoetika lamanja ia tinggal tiada berkata-kata dan timbang apa atinja betoel sekarang soeda beroba "Aken tetapi . . . akoe soeda liat iapoenja ka'ada'an dan akoe soeka, ja ichlas aken ampoenin dirinja. Itoe perasa'an aken membri ampoen pada dirinja ada soeatoe hal jang bikin sedar akoe poenja diri hingga tiadalah sampe akoe loepa dengen 'koe poenja kwadjiban. Semoea akoe soeda membri ampoen . . . Seperti djoega katanja pribasa, jang sasoedanja pipi kanan ditabok, sigra kasiken iapoenja pipi kiri kombali . . . Akoe ichlas seraken orang jang 'koe tjinta . . . Tjoema satoe hal sadja jang 'koe bermoehoen sama Allah jalah soepaja pikirankoe tetep bisa kesian pada dirinja Anna . . ."
Matanja ada mengoetjoerken aer mata dan Vronsky poen tertoeroetan djadi sedi lantaran meliat parasnja Karenine dan iapoenja omongan jang begitoe roepa.
"Demikianlah adanja akoe poenja anggepan," begitoelah Karenine samboengin iapoenja pembitjara'an. "Kau boleh berboeat apa jang kau