Lompat ke isi

Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 3.pdf/27

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca
— 208 —
— 209 —

dokter sendiri selaloe toenggoein njonja."

Ini kabar bikin „enteng" sedikit hatinja Karenine, kerna itoe menoendjoekin jang iapoenja harapan Anna akan mati masi bisa diharep.

„Bawa itoe koffer-koffer," begitoolah Karenine prenta itoe boedjang dan kamoedian masoek di roeangan tetamoe. Di gantoengan badjoe ia liat pakean officier.

„Siapa dateng di sini?" tanja Karenine.

„Dokter, doekoen branak dan graaf Vronsky..."

Karenine djalane teros ke iapoenja kamer. Di salon tra ada satoe orang. Kerna denger soeara tindakan itoe doekoen branak kaloear dari kamernja Anna. Dengen tiada oendjoek hormatnja lagi, kerna sedeng ada di dalem kabingoengan, itoe doekoen branak tarik tangannja Karenine ke kamer tidoer.

„Soekoer sekali jang kau dateng. Si sakit tjoema seboetin kau poenja nama sadja dan saban-saban tanja prihal kau..."

Karenine masoek di kamer pakeannja Anna. Di satoe medja, dengen doedoek di satoe bangkoe pendek, ada terdapat Vronsky jang sedeng menangis sembari toetoepin moekanja dengen iapoenja kaous tangan. Ia bangoen dari tempat doedoeknja dan awasin Karenine dengen mata tida berkedip. Pertama kali ia ada begitoe bingoeng, sampe ia bangoen dan achirnja doedoek kembali di itoe bangkoe. Tapi belakangan dengen katjepetan jang loear biasa ia bangoen dari tempat doedoeknja dan dengen bernafsoe ia bilang:

Anna sedeng hadepin kematian. Dokter-bilang soeda tiada ada harepan lagi. Akoe poenja diri ada dalem kau poenja kakoeasa'an; idjinin akoe aken berdiam di sini. . . Akoe bersedia aken toeroet kau poenja kahendakan, akoe. . ."

Tempo Karenine liat kadoea matanja Vronsky ada keloearin aer mata, ia poen djadi tertoeroetan. Tapi ia tiada maoe berhadapan lebi lama sama Vronsky, kerna begitoe lekas djoega ia balikin badannja dan djalan teroes ka kamernja Anna. Dari itoe kamer kedengeran soearanja Anna. . . Karenine menjamperin tempat tidoer; Anna sedeng tjelentang dengen moeka mengadepin Karenine . . . Pipinja mera . . . , matanja bertjaja, iapoenja tangan jang moengil sedeng maen dengen oedjoengnja sepre. Roepanja boekan sadja ada seger dan gesit, tapi djoega soearanja masi seperti biasa. Dengen soeara jang lantjar dan teges ia bilang:

,,Akoe bilang Alexis, Alexis Alexandrovitch (satoe perkara jang kabetoelan kerna doea doea bernama Alexis) tiada nanti toelak akoe poenja permintaan; akoe nanti loepaken dan ia nanti loepaken dan ia nanti ma'afken. . . Tapi heran, kenapa ia belon dateng djoega? Dia ada seorang berboedi tapi ia sendiri tiada taoe, bagimana baek adanja iapoenja diri! . . . Ah, Allah Jang Maha Koeasa! . . Aer! . . Tiada, akoe tiada maoe itoe, kerna itoe tjoema perloe bagi itoe anak sadja! . . Kasi pada itoe anak . . . Dia ada seorang baek . . . Dia bakal dateng . . . Dia bakal me-

Anna Karenine.

13