-88-
dirinja. Ia tiada maoe bersangsi lagi dalem itoe hal dan sebab begitoe djoega maka ia taro kapertjaja'an penoe pada istrinja. Kendatipoen dalem perkara tjemboeroean ia ada poenja pikiran jang seperti di atas, toeh atjapkali ia menanja pada dirinja sendiri, apa bisa djadi istrinja ada tjinta satoe lelaki laen. Ini pertanja'an telah menerbitken kakoeatiran dalem atinja. Betoel soema lama ia boeka pakean, tapi dengen tindakan jan seperti biasa ia ojalan moendar mandir di kamer.
„Ja" begitolah ia pikir, „koe moesti ambil satoe poetoesan. Akoe moesti bilang padanja apa jang akoe ada pikir. Tentang apa ? Dan apa jang soeda terjadi? Tiada ada. Anna tjema mengomong sedikit lama sama Vronsky. Apatah koerang prempoean prempoean jang mengomong lama sekali dengan lelaki laen. apatah koerang prempoean jang soeka mengomong sama lelaki laen daripada sama soeaminja sendiri? Dan apa pantes moesti prempoean dan tiadakah ini menghinaken diri sendiri dan Anna djoega. . ."
Pikiran jang sebaliknja roepanja dapet kamenangan Satelah tjit djitanja jang penoe dengen kringet ingin ia doedoek di satoe korsi. Di medja ada terdapet satoe boekoe vloei, di mana ada trapet permoela'aunja satoe soerat. Dengen sakoenjoeng koenjoeng pikirannja djadi berona lagi. Pada diri, perasa'an dan pikirannja Anna ia teroes inget. Jang pertama ia perhatiken adalah pengidoepannja Anna; kamoe-
-89-
-dian ia tjoba bajangin pikiran, kahendakan dan anggepannja Anna dan pikiran jang bisa dan moesti ada dalem dirinja Anna. Tapi kapan ia inget pengidoepannja diri sendiri ia djadi koeatir sekali dan boeroe boeros geba itoe dari iapoenja pikiran.
„Tada, biar apa djoeba moesti terdjadi ini perkara moesti dibitjaraken sama Anna Sebrapa bisa ini muesti diteresken dengen lantas begitoelah ia bilang dengen soeara keras. Perkara iapoennja anggepan dan apa jang djadi iapoenja pikiran adalah satoe perasa'an dan perkara agama jang akoe boleh traoesa ambil perdoeli. Akoe poenja kewajiban selagi kepala dari koelawarga adalah pimpin dirinja di djoeroesan jang betoel. Akoe poenja kewajiban selagi orang jang poenja tanggoengan alah moesti oendjoekin abala jang menganjem atas dirinja jang akoe dapet liat; ini moesti dibertaoeken dan kaloe perlos akoe moesti goenaken kakoeasahan, Akoe maoe minta ketrangan laindje."
Aken tjikio lengkep dan terang seperti rapport officieel maka lebi doeloe Karenine atoer apa jang ia hendak tilang pada Anna. Pertama ia maoe oenojoekin anggepannja orang tanjak dan itoe, klakoean jang djace dari ada bisa dikata sora; ka'oa ia hendak terangia pernikahan sebagi soeatoe pengidoepan jang bersi; katiga ia maoe oenojoek bahaja jang bisa mengantjem dirinja Anna kapan tetoel, ada seperti jang ada dalem doega'an: ka ampat asıl dari itoe perbosa tan hendak diterangin djoega jang ada amat